POTENSI PEMUDA DAN KESEHATAN


Oleh: Abdurrahman Hafid

Pemuda adalah aset terbesar sebuah peradaban, stock pemikiran yang murni dan ideal, potensi yang berkembang dan dapat dikembangkan. Oleh karena itu, banyak hal yang harus dilakukan oleh pemuda,. Bayaknya amanah dan fungsi serta potensi pemuda, maka diperlukan adanya amunisi stamina yang kuat untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam tubuh kita. Makin banyak amanah, maka makin banyak pulalah kebutuhan akan amunisi stamina kita. Intensitas pemuda yang mestinya lebih besar dari pada tingkatan yang lain, mengharuskan pemuda lebih bisa menjaga kesehatan.

Pemikiran pemuda yang tak dimiliki oleh banyak tingktana yang lain juga berpengaruh pada tingkat kesehatan yang dimilikinya. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang sehat pula.

Peranan pemuda dirasakan penting karena pemuda mempunyai beberapa potensi misalnya bathul himmah fi at tasaaulat (membangkitkan himmah di dalam menimbulkan persoalan), naqlul ajyaal (memindahkan generasi), istibdaalul ajyal (menukar generasi), tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui maknawi ummat) dan anasir ishlah (unsur perubah).

2.1 Kesehatan; Warisan termahal para pendahulu kita.

Dalam menuju hidup dan kehidupan, manusia cenderung untuk memiliki nilai-nilai kebahagiaan dalm perjalanan hidup. Apakah semuanya akan tercapai apabila umur manusia hanya sampai batas kesusahan mereka, dan belum merasakan kenikmatan dan kebahagaian. Keinginan manusia akan terbatas oleh umur yang dimilikinya. Inilah hidup, dimanapun kita berada, kapanpun waktunya, pasti akan kembali juga kepada Allah.

Manusia akan berusaha memenuhi kebutuhan akan kebahagiaan. Melakukan berbagai macam cara untuk melakukan banyak hal. Salah satunya adalah menjaga kesehatan. Dengan menjaga kesehatan, maka akan banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencapai kebahagiaan. Inilah yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita. Kesehatan memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari kesehatan.

2.2 Pemuda sehat, pemuda hebat

Kalau ada dua orang pemuda, yang satu sakit dan yang satunya lagi sehat, pemuda yang mana yang kira-kira bisa ikut berperang ke medan tempur? Semuanya pasti sepakat kalau jawabannya adalah pemuda yang sehat. Karena sehat, maka dapt ikut berperang, karena ikut berperang, maka dapat pahala. Karena sakit, jadi tidak ikut berperang, karena tidak ikut berperang, maka tidak dapat apa-apa.

Masih banyak agenda-agenda besar yang mestinya pemudalah yang menjadi pelopor garda terdepan, menjadi kendali bagi setiap agenda besar. Mestinya, kita harus lebih banyak melakukan sesuatu sebagai pemuda, karena potensi kita lebih besar dari potensi yang lain. Kita akan dapat melakukan hal-hal yang besar dengan potensi besar yang kita miliki.

2.3 Potensi pemuda, membangun ruh kejayaan Islam

1. Dauru as syababu fi hamili risalati Islam
Syarah

Risalah Islam atau apapun bentuk mesej perubahan hanya dapat dilaksanakan oleh para pemuda. Sepanjang perjalanan sejarah manusia dari nabi Adam As hingga kepada Nabi SAW dan diteruskan hingga hari ini membuktikan bahwa perubahan-perubahan senantiasa dipelopori oleh pemuda. Pemuda yang potensial di masa sekarang ini adalah mereka yang berkumpul sebagai pelajar/mahasiswa.

Selain perjuangan Islam juga perjuangan lainnya dimotori oleh pemuda atau pelajar. Banyak contoh revolusi-revolusi di sebagian besar negara hingga jatuhnya Presiden Soeharto di Indonesia adalah realita (bukti) nyata peranan pelajar (pemuda). Pelajar dengan potensi yang dimilikinya menjadi sesuatu yang ditakuti oleh pihak penguasa zalim. Dakwah Islam oleh Nabi SAW juga dipelopori oleh pemuda seperti Ali bin Abi Thalib, Mushab bin Umair, Usamah bin Zaid dan sebagainya.

Kehadiran pemuda atau pelajar sangat dialu-alukan bagi menyongsong suatu perubahan dan pembaharuan. Aksi reformasi di segala bidang juga mesej pemuda dalam membawa masyarakat madani. Perubahan yang dibawa oleh pemuda ini tidak mungkin dapat dibawa oleh orang tua ataupun anak-anak. Potensi pemuda yang dimiliki oleh pemuda dan pelajar dapat membawa kepada kejayaan.

Beberapa potensi pemuda yang dapat berperan mengadakan perubahan adalah bathul himmah fi at tasaulat (membangkitkan himmah dalam menimbulkan persoalan), naqlul ajyaal (memindahkan generasi), istibdaalul ajyal (menukar generasi), tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui maknawi ummat) dan ansir ishlah (unsur perubah).

2. Bathul himmah fi at tasaaulat (membangkitkan himmah dalam menimbulkan persoalan)

Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan nabi-nabi lainnya yang masih pemuda seringkali memberikan persoalan dan kritik kepada apa saja yang berlaku di sekitarnya. Para pemuda kerap menimbulkan pertanyaan terhadap perkara-perkara yang tidak betul, tidak benar dan tidak adil. Keadaan yang tidak sesuai ini biasanya dijadikan sebagai suatu tempat kritikan atau persoalan pemuda. Potensi membangkitkan suatu persoalan ini adalah ciri pertama kenapa pemuda ini dapat melakukan perubahan.

3. Naqlul ajyaal (generasi penerus)

Generasi tua atau generasi pemegang kepimpinan di dalam kerajaan, dakwah atau masyarakat tentunya akan semakin tua dan mungkin mati. Keadaan demikian perlu ada generasi penerus yang menggantikan peranan pemimpin sebelumnya. Keadaan ini adalah suatu yang logis. Siapakah penggantinya maka jawabannya adalah pemuda atau pelajar yang potensial. Kepemimpinan, kerajaan dan sebagainya perlu dilanjutkan ke generasi berikutnya.

Generasi ibu bapak perlu digantikan oleh generasi anaknya, begitupun seterusnya diganti kepada cucunya. Di tengah masyarakat dan organisasipun berlaku demikian, yaitu perubahan pimpinan kepada generasi seterusnya yang masih pemuda atau pelajar.

4. Istibdaalul ajyal (generasi pengganti)

Memindahkan generasi berarti menggantikan pemimpin sebelumnya dengan meneruskan semua program-program yang telah dirancang sebelumnya. Manakala menukar generasi disebabkan generasi berikutnya tidak baik atau kurang berjaya sehingga diperlukan penukaran generasi kepada generasi yang baru. Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang tidak beriman ini akan digantikan oleh orang yang beriman, begitu juga yang terjadi di negara atau kerajaan, dimana raja atau PM/presiden tidak berbuat adil, jujr dan amanah maka kepemimpinan sebelumnya perlu diganti oleh yang baru.

5. Tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui maknawi ummat)

Siapakah yang dapat bergerak untuk memperbaharui maknawiyah ummah. Jawabannya adalah pemuda atau pelajar. Pemuda dengan potensi yang dimiliki, semangat yang berkobar-kobar, jasad yang kuat, pemikiran yang cerdas dapat memperbaharui maknawiyah ummat. Usaha pembaharuan ini adalah dengan memberikan dakwah, tarbiyah dan jihad. Usaha-usaha pemuda demikian dapat memperbaharui maknawiyah ummat.

Orang tua tidak akan mungkin dapat melaksanakan peranan ini begitu juga para anak-anak tidak dapat berperanan secara efektif. Hanya pemuda yang dapat menjalankan peranan perubahan ini.

. dan telah mengaruniakannya kelebihan ilmu pengetahuan dan kekuatan fisik”. Dan (ingatlah), Allah juga yang memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendakiNya; dan Allah Maha Luas (rahmat-Nya dan karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui.

6. Anasir al islah (unsur perubah)

Pemuda dengan potensi yang dimilikinya juga mempunyai unsur perubah. Unsur perubah ketidakadilan, kejahiliyahan, kesesatan, kemusyrikan dan sebagainya dapat dirubah oleh pemuda ini. Pemuda dengan unsur perubahnya dapat efektif menjalankan peranan secara baik.

Di zaman nabi yang merubah jahiliyah kepada islamiyah, kemusyrikan kepada tauhid, kebatilan kepada al-haq, dan perubahan dari sekuler ke Islam, hanya dilakukan oleh para pemuda.

Unsur perubah yang paling potensial adalah pemuda yang sadar, berpengetahuan, berfikroh dan berpotensi. Mereka yang mempunyai ciri seperti ini adalah mereka yang belajar dan menuntut ilmu.

7. Tazawwud

Potensi-potensi pemuda demikian seperti yang disebutkan sebelumnya, maka pemuda mempunyai potensi yang baik. Agar potensi pemuda ini muncul secara berkesan dan dapat berpengaruh maka pemuda perlu diberikan tarbiyah fitriah, hikmah dan ilmu serta membentuk syaksiah Islamiyah qiyadiyah dan jundiyah.

Tanpa pembekalan maka potensi pemuda yang berharga akan menghilang. Pembekalan yang baik adalah pembekalan yang mengikuti kaedah dan minhaj dari Allah dan Rasul-Nya.

8. At tarbiyah al fitriyah

Tarbiyah fitriyah adalah tarbiyah yang merujuk kepada fitrah manusia. Tarbiyah fitriyah juga istilah lainnya dari tarbiyah islamiyah, karena Islam juga dapat disebut fitrah. Fitrah manusia sangat sesuai dengan fitrah Islam. Pemberian fitrah Islam kepada pemuda akan diterima secara ikhlas dan dapat diamalkan oleh pemuda dengan baik. Penerimaan tarbiyah fitriyah ini terjejas apabila di dalam hatinya ada noda atau kotoran maksiyat yang menutup fitrahnya.

Tarbiyah fitriah yang diberikan kepada pemuda adalah usaha untuk membangun potensi pemuda dan juga memelihara potensi tersebut. Tarbiyah fitriyah dengan membaca Al-Qur’an, beribadah, beramal sholeh dan memelihara alam adalah bagian dari aktiviti tarbiyah fitriyah.

Contoh tarbiyah fitriyah adalah memberikan sesuatu yang diperlukan oleh pemuda. Dengan cara ini pemuda dipenuhi keperluannya dan juga mereka dapat mengembangkan dirinya. Keperluan belajar, keperluan persaudaraan dan keperluan dauroh, keperluan ingin bebas tidak terikat, keperluan ingin tahu, keperluan dinamik dan aktif merupakan ciri keperluan pada masa pemuda. Cara yang fitrah dan Islam dapat secara efektif membangun potensi pemuda.

9. Al hikmah wal ilmu

Selain tarbiyah fitriah diberikan kepada pemuda, juga diberi ilmu dan kebijaksanaan sehingga kesadaran dan motivasi untuk bergerak dikalangan pemuda muncul. Orang dewasa dan tua yang mempunyai banyak pengalaman dan ilmu, serta telah merasakan asam manisnya kehidupan perlu memberikan kepada pemuda suatu kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan. Hikmah biasanya didapati oleh orang tua dan dewasa. Orang tua dengan pengalaman dan hidupnya yang sudah lama dapat memberikan hikmah kepada pemuda yang belum banyak pengalaman.
Ilmu pun biasanya didapati oleh orang dewasa dan tua, maka juga diperlukan memberikan ilmu dan pelajaran kepada pemuda. Bekal yang demikian dapat meningkatkan potensi pemuda.

10. As syakhsiyah al qiyadiyah al jundiyah

Kepada pemuda juga diperlukan bekal pribadi yang mempunyai sifat qiyadah dan jundiyah. Pemuda diharapkan mempunyai sifat sebagai pemuda yang siap memimpin dan siap dipimpin. Pemimpin yang ikhlas dan jundiyah yang taat adalah sifat yang juga perlu ditanamkan kepada jiwa pemuda. Sehingga dengan cara ini pergantian, penukaran dan pemindahan generasi dari orang tua kepada pemuda dapat terlaksanan dengan baik.

Kepribadian yang mempunyai sifat qiyadiyah dan jundi akan memperlancar perjalanan dakwah amal jama’i.

Muhammad SAW), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat tamak (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman.

11. At taharuk

Potensi yang dimiliki pemuda kemudian dikembangkan dengan diberikan beberapa pembekalan seperti tarbiyah kemudian melalui pembekalan ini akan menghasilkan pemuda yang bergerak, dinamis dan aktif. Pemuda yang aktif akan menghasilkan banyak hal, sedangkan pemuda yang tidak aktif maka akan menghancurkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu pemuda yang bergerak adalah pemuda yang mendapatkan tarbiyah bagi pengembangan dirinya.

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut di atas, maka dapat dsimpulkan sebagai berikut:

1. Kesehatan adalah hal terpenting dalam hidup manusia, karena untuk melakukan aktivitas membutuhkan kondisi badan yang sehat.
2. Pemuda memiliki potensi besar untuk melakukan banyak hal, maka pemuda semestinya memiliki tubuh yang sehat.
3. Peran pemuda dalam berbagai aspek menjadikan pemuda menjadi duta-duta kesehatan bagi yang lainnya.
4. Dalam tubuh yang sehat terdapat akal yang sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s