Berpikir dan Berjiwa Besar; Membedah pemikiran David J. Schwartz


Oleh: Abdurrahman El-Hafid*

“Anda adalah apa yang Anda pikirkan mengenai diri Anda. Berpikirlah bahwa diri Anda lebih besar, maka Anda pun menjadi lebih besar.”
(David J. Schwartz)
Berpikir dan berjiwa besar, buku terjemahan yang berjudul asli The Magic of Thinking Bigadalah buku yang diklaim sebagai buku #1 terlaris dunia yang cukup melambungkan nama David J. Schwartz sebagai seorang motivator yang dapat mempengaruhi banyak orang yang hidup di atas muka bumi ini untuk dapat merubah dunia dengan cara berpikir baru ala Schwartz.
Sebenarnya apa yang sesungguhnya menjadi kekuatan buku ini hingga begitu sensational di mata pembacanya, khususnya bagi para motivator di seluruh pelosok negeri hingga para members dari sekian MLM (Multi Level Marketing) menjadikan buku Schwartz sebagai buku panduan wajib yang harus dibaca oleh para down-line mereka.
Testimoni yang berseliweran atas penerbitan buku ini menjadi teramat berharga bagi marketing produk dari buku ini, terbukti telah dicetak berulang kali sampai  jutaan ribu copy dari buku ini terjual dengan terjemahan beberapa bahasa di seluruh dunia. Beginilah memang kalau sudah jodoh, Schwartz tanpa harus lelah menawarkan bukunya untuk dibaca orang dengan berkeliling dunia, tapi sudah lebih dulu pemikirannya berada di jiwa setiap orang tanpa harus hadir di tempat tersebut, inilah apa yang disebut dengan invisible marketing dalam teorinya.
“14 kalimat pusaka ala Schwartz”, itulah istilah yang penulis pinjam untuk membahasakan pemikiran Schwartz. Dalam 14 Bab Schwartz mengemukakan pendapatnya tentang sebuah mimpi yang dapat terealisasi, ketidakmungkinan yang mungkin terjadi, kelemahan yang menjadi kekuatan, menjadi nomor satu bagi petarung yang merasa lemah, menjadi pemimpin perang walau seorang prajurit, membumihanguskan segala teori kegagalan, ketidakmampuan dan ketidakmungkinan. Yah, buku ini memang seolah hadir dengan pembahasan yang dekat sekali dengan keseharian kita, pembahasan sederhana dengan solusi yang teramat tinggi untuk kita pikirkan, namun dapat terpikirkan dan terpecahkan oleh tempurung kepala Schwartz.
14 kalimat pusaka itu adalah: 1. Percaya Anda dapat berhasil, maka Anda pun akan benar-benar berhasil. 2. Sembuhkan diri Anda dari dalih penyakit kegagalan.3. Bangun kepercayaan dan hancurkan ketakutan. 3. Bagaimana berpikir besar. 5. Bagaimana berpikir dan bermimpi secara kreatif. 6. Anda adalah apa yang Anda pikirkan mengenai diri Anda. 7. Atur lingkungan anda: Gunakan yang kelas satu. 8. Jadikan sikap Anda sekutu Anda. 9. Berpikir benar tentang orang lain. 10. Dapatkan kebiasaan bertindak. 11. Bagaimana mengubah kekalahan menjadi kemenangan. 12. Gunakan tujuan untuk membantu Anda bertumbuh. 13. Bagaimana berpikir seperti pemimpin. 14. Bagaimana menggunakan mukjizat berpikir besar di dalam situasi kehidupan yang paling kritis.[1]
Bahasa yang Schwartz sampaikan begitu sederhana, namun mengapa seolah kalimat-kalimatnya menjadi senjata pamungkas dalam pertarungan melawan musuh bernama kegagalan, malas dan ketidakmungkinan. Ternyata memang Schwartz mengubah cara berpikirnya melalui pendekatan “Mukjizat”, bahasa Schwartz dalam bukunya. Namun istilah ini sangat membumi walaupun ia pinjam dari bahasa langit, yaitu yang lahir dari nilai ketuhanan. Dari 14 kalimat pusaka tersebut, mari kita lihat beberapa di antaranya sebagai bahan diskusi kita sekaligus mengulang kembali memori kita tentang motivasi hidup.
Percaya Anda Dapat Berhasil, maka Anda pun akan Benar-benar berhasil.
Yang ingin Schwartz sampaikan pada pembahasan ini adalah tentang sebuah keyakinan, keyakinan tentang sebuah keberhasilan, keberhasilan yang didasari oleh keyakinan. Begitupula yang ditulis Schwartz, ia memberikan penjelasan bagaimana sesungguhnya kepercayaan itu bekerja. Menurut Schwartz, pada saat kita membangun kepercayaan kita tentang kemampuan untuk melakukan sesuatu, contohnya “Saya dapat melakukannya” dan benar-benar meyakininya, maka secara langsung “bagaimana melakukannya” pun berkembang secara otomatis. Jadi pada kesimpulannya, kalau kita belum memulai sesuatu dengan keyakinan kita, maka sesuatu itu tidak akan terjadi karena kita tidak mengetahui bagaimanan cara melakukannya, namun pada saat kita memulai Sesutu dengan keyakinan, maka secara otomatis kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan apa yang kita inginkan.
Pendapat ini memang tepat diserangkaikan dengan beberapa pendapat dalam teori-teori membangun kekuatan berpikir, bahwa kekuatan berpikir pada prinsipnya adalah membangun kekuatan kita dari cara berpikir biasa kepada cara berpikir luar biasa yang orang lain anggap sebuah hal yang mustahil untuk dikerjakan, atau hanya sebuah lintasan pikiran saja[2].
Banyak orang yang terpuruk ketika mereka tidak tau apa yang mereka lakukan, karena mereka tidak memiliki obat kekuatan berpikir tersebut. Sebab memang kekuatan berpikir lahir dari sebuah sikap kritis terhadap gejala perubahan, karena memang semuanya akan berubah kecuali perubahan itu sendiri[3]. Dari sinilah ketika menilai bahwa Schwartz adalah Agent of Change yang dapat menawarkan solusi bagi permasalahan setiap orang tentang kehidupan dengan cara berpikir tersebut.
Sebagian dari kita memang terkadang berlebihan dalam menghadapi pemikiran yang sedikit berbeda, atau dalam kata lain kita malah sering “mengadili pikiran”[4] yang lahir dari track record seseorang yang negative, namun sesungguhnya buah pikiran mereka menjadi bersahabat bagi sebagian orang. Pada saat sebagian orang merasa bersahabat dengan apa yang diyakininya, maka mereka berhak memilih keyakinannya.
Buku Berpikir dan Berjiwa besar ini sangat menarik untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, khusunya bagi Anda yang merasa pada posisi paling terpuruk dalam hidup. Buku ini akan mengantarkan Anda pada puncak dari keberhasilan yang sesungguhnya.
“Cara Terbaik Memprediksi Masa Depan adalah
Dengan Menciptakan Masa depan”
-Peter Drucker-

* General Manager ZERO Training Indonesia, Direktur English Training Service Global Institute, Dosen STIB Banten Raya dan STAI Darul Qolam, Alumni English Programs for Internationals University of South Carolina, U.S.A.
[1] David J. Schwartz, Berpikir dan Berjiwa Besar (Jakarta: Binarupa Aksara, 1996)
[2] Abdurrahman El-Hafid dan M.Isa, The Power of Motivation (Serang: ZERO Publishing, 2009), p.8
[3] Rijalul Imam, Menyiapkan Momentum ( Jakarta: KAMMI Pusat, 2008), p.55
[4] Ahmad Gaus AF, Api Islam Nurcholish Madjid; Jalan Hidup Seorang Visioner (Jakarta: KOMPAS, 2010), p.228

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s