“Hiduplah sebelum kelahiranmu, matilah setelah meninggalmu”


Oleh : Abdurrahman El-Hafid

Kehidupan, ialah yang datang setelah kelahiran, maka kelahiranlah yang menyebabkan kita berada dalam kehidupan. Kematian, ialah yang datang setelah kehidupan, maka kehidupanlah yang menyebabkan kita menghadapi kematian. Dari itulah kita lahir, kita hidup dan kita mati.

Tidak akan ada kematian tanpa kehidupan, tidak akan ada kehidupan tanpa kelahiran, dan tidak ada kelahiran tanpa penciptaan. Penciptaan lahir dari sebuah irodah Allah swt, dan irodah-Nya Allah adalah kuasa-Nya. Sampai disitulah pengetahuan kita, kita terbatas oleh ikatan taqdir, bahwa manusia terbatas pengetahuannya dibanding pengetahuan Allah, dan sebatas itulah pengetahuan kita terhadap Allah.

“Hiduplah sebelum kelahiranmu, matilah setelah meninggalmu”. Artinya jadilah orang baik yang selalu diidamkan orang dan selalu dikenang orang. Karena orang baik itu sebelum ia tiba di suatu tempat (lingkungan, kantor, atau apa saja) atau sebelum ia ‘dilahirkan’ di tempat itu, orang sudah mendengar tentang kebaikannya dan orang mengharapkan kehadirannya, dengan kata lain dia sudah hidup sebelum kehidupannya di tempat itu. Dan ketika dia meninggalakan suatu tempat, ia masih dikenang karena kebaikannya yang ditinggalkannya itu, seolah-olah ia masih hidup dan masih belum mati di tempat itu.

“Hiduplah sebelum kelahiranmu, matilah setelah meninggalmu….”

Rawa Bokor Tangerang Banten
Oct 19, 2008/12:55

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s