GHOZWUL FIKR;ME-REFRESH PEMIKIRAN ISLAM


Oleh : Abdurrahman Hafid

Disampaikan pada acara Diklat Ekonomi Islam yang diselenggarakan oleh KES (Kajian Ekonomi Syari`ah pada tanggal 25 Desember 2009 di IAIN SMH Banten)

 

Menyelami kembali makna dan interpretasi Ghozwul Fikri

Cukup sudah Islam dijadikan dalil lisan para Orientalis, dalil germo kebebasan berpikir dan dialek para misionaris. Saat ini mari kita menguji sejauh mana bacaan pemikiran Islam kita. Kini saatnya Me-Refresh pemikiran Islam kita dan Anda. Salah satunya adalah menggali kembali tentang “Ghozwul Fikri”.

Menurut Irwan Prayitno Ghazwul Fikri adalah serangan pemikiran, budaya, mental dan konsep yang berterusan dan dilakukan secara sistematik, beraturan, terencana yang dirintis oleh pihak kafir terhadapa muslim sehingga muncul perubahan umat Islam pada gaya hidup dan tingkah laku. Ghozwul Fikri adalah solusi alternatif kaum kafir untuk dapat menghancurkan umat Islam. Sebab pada hakikatnya ini adalah buah rasa dendam yang dimiliki oleh kaum kafir terhadap umat Islam setelah kalah pada“Perang Salib” dalam peperangan fisik. Karena mereka (red.kaum kafir dkk) sudah tidak mampu melwan dengan perlawannan fisik, maka dibuatlah strategi baru untuk melwan dan mengalahkan Islam, yaitu dengan “Ghozwul Fikri” atau perang pemikiran.

Mulailah istilah Ghozwul Fikri menjadi bahan diskusi ke-Islam-an para penikmat pojok-pojok diskusi, menikmati makna lain atau memaknai dengan warna baru tentang Ghozwul Fikri. Memberikan sentuhan lain dalam konteks teritorial geografis daerah tertentu, semisal Ghozwul Fikri dalam konteks ke-Indonesia-an.

Pandangan sejarah Islam tentang Ghozwul Fikri, maka tidak terlepas dari peran kekhalifahan pada saat masa-masa keemasan samapi pada kehancuran. Pada saat sebelum jatuhnya khilafah, GF telah lahir dalam bentuk asalnya berupa penyebaran faham para orientalis, yaitu mereka yang menjelek-jelekkan Islam dengan menggunakan Islam sebagai dalil. Atau menggorek kelemahan Islam lewat dalil yang ada di dalam Islam. Beginilah sesungguhnya kebobrokan dalam faham orientalis bagi Islam, walaupun Islam tidak pernah mengungkapkan dalam lisannya kalaupun memiliki lisan bahwa orientalis adalah musuh Islam. Kemudian pada masa itu juga selain orientalisme yang disebarkan, ternyata Kristenisasi juga menjadi gerakan bawah tanah mereka. Mereka memanfaatkan kaum muslim yang sudah meragukan ajaran Islam untuk mewadahi dalam kepercayaan baru, yaitu Kristen. Mereka juga melihat peluang kemiskinan yang merajalela pada saat itu dengan memberikan kebutuhan hidup mereka, dan akhirnya simpatik tumbuh di hati si miskin tersebut dengan politik balas budi. Usaha melemahkan kekhalifahan juga dilakukan dengan cara memutus hubungan negeri-negeri dengan khilafah. Ini dikembangkan untuk menumbuhkan perpecahan negeri untuk tidak lagi mengacu pada khilafah, maka prinsip pemisahan dari khalifah yang akan dikembangkan pada fase berikutnya.

Setelah khilafah runtuh pada tahun 1924 di masa Khalifah Abbasiyah, maka strategi menghancurkan Islam dirubah dengan berkonsentrasi pada pemisahan antara Agama dengan Negara. Disebarkanlah isu pemisahan tersebut karena Agama tidak bisa berjalan bersamaan dalam Negara. Akhirnya muncullah Distrust atau ketidakpercayaan terhadap Khilafah. Dari hasil penyebaran pemahaman ini muncullah faham yang disebut dengan Nasionalisme atau faham kebangsaan yang saat itu disebut dengan naluri Ashobiyah. Akhirnya negera-negara terpecah dan tidak lagi menggunakan sistem Khilafah. Disinilah tahapan kedua keberhasilan mereka dalam menghancurtkan sistem Islam.

Setelah tahapan kedua mereka berhasil meruntuhkan khilafah, mereka tidak tinggal diam, tapi mereka mengatur strategi baru dalam memerangi Islam lewat Ghozwul Fikri. Pada tahapan ini mereka menyebarkan faham Sekulerisme di bidang pendidikan, penerangan, perundang-undangan, menegakkan nasionalisme serta pembebsan wanita dalam konteks tertentu. Sekulerisme mereka menjadi teori yang di-design sebagai rancangan jangka panjang ke depan dalam menghancurkan Islam.

Sesungguhnya Al-Qur`anpun telah memberikan pandangannya terhadap serangan terhadapa Islam yaitu dalam bidang Politik, Militer dan Ekonomi. Serangan di bidang politik telah ada di dalam Al-Qur`an dalam Surat Al-An`am : 123 “Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat atau penjahat-penjahat besar agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya”Begitupula di dalam bidang militer telah dijelaskan dalam surat Al-Baqarah : 217 dan tentang Ekonomi dalam surat At-taubah ayat 34.

Mereka juga akan menggerogoti bidang Ekonomi (ex: Free Trading, tukar uang, pembayaran hutang, politik balas budi dengan MOU bantuan sosial dan lain-lain). Merusak akhlak dengan cara menampilkan tontonan yang mengalahkan tuntunan, lewat media dll. Mereka juga akan berusaha menghancurkan fikrah

 

 

MUSLIM WORLD OUTREACH (MWO) for INDONESIA

Inilah bahasan menarik tentang Islam. Indonesia, sebagai diskursus paling fenomenal di seluruh dunia. Indonesian Traveller di Amerika dan Eropa menjadi turis yang bukan semabarang turis, tetapi juga objek diskusi tentang Islam, demokrasi dan pluralisme. Karena mereka selalu mengatakan belajarlah Demokrasi dan Pluralisme dari Negeri bernama Indonesia. Banyak Agama, suku, bahasa dan budaya hidup rukun dalam satu Negri bernama Indonesia.

Negeri jamrud katulistiwa, yang memiliki banyak pulau dan terkenal kesuburannya samapi tongkat saja bisa jadi tumbuhan. Wajar kalau produk-produk Handphone dari merk terkenal di dunia memilih Indonesia sebagai tempat First Launching. Karena mereka mengenal pasar Indonesia sebagi negeri konsumen yang luar biasa.

Sekarang mari kita lihat apa strategi orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam. Strategi yang mereka lancar saat ini diberi nama denag MWO (Muslim World Outreach). Adapun isi dari strategi mereka adalah sebagai berikut:

  1. Sekularisme dan Demokrasi merupakan kriteria pengelompokan Muslim (Moderat dan tidak moderat, radikal atau islamist)
  2. Kelompok moderat didorong dan dibantu untuk melakukan kampanye mendiskreditkan kelompok radikal. Paul Wolfowitzh pernah berkata “This fight must be fought most emphatically in the Muslim world itself, and by muslims.”

 

Dalam hal ini kelompok moderat didorong untuk memperbanyak hasil kajian yang menunjukan kesesuain Islam dengan sekularisme, demokrasi dan ide-ide turunannya. Ex : “Teologi Negara Sekuler”

 

Sebagaimana yang diungkapkan oleh ZEYNO BARAN, analisis dari the nixon center dan juga penasehat strategi MWO memberikan saran “You provide money and help create the political space for Moderate Muslims to organize, publish, broadcast and translate their work ” (Anda sediakan dana dan bantu membuat ruang politik bagi Muslim moderat untuk mengorganisasi, mencetak, menyebarkan, dan menterjemahkan hasil kerja mereka).

 

Salah satu aktor institusinya adalah U.S Agency for International Development (USAID) yang membantu mensponsori program mata pelajaran kewarganegaraan di UIN Syahid Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Program penelaahan Fiqih Islam yang bertujuan untuk menunjukan kesesuaiannya dengan demokrasi dan hak asasi manusia di Univ.Paramadina, Jakarta. Program pertukaran pelajar dan cendekiawan muslim yang dilaksankan oleh International Center for Islam and Pluralism. Program Radio “Islam dan Toleransi” yang disiarkan oleh 40 radio di 40 kota dan penulisan 100 surat kabar di seluruh Indonesia per-minggu.

 

Indonesia merupakan target pertama dari strategi MWO. Global Information and influence Teamyang dibentuk oleh the CIA`s office of transnational issues menyelenggarakan konferensi diplomasi publik yang memfokuskan pada pembahasan strategi untuk mempengaruhi enam negara, termasuk di antarnya Indonesia.

 

Indonesia sebagai target pertama MWO dapat difahami karena selain paling sekuler (moderat) dan paling banyak jumlahnya, muslim Indonesia sangat lemah alam mengakses Khazanah Islam (hambatan bahasa), sehingga interpretasi Islam bergantung pada ulama dan media.

 

  1. Media Massa adalah merupakan alat yang penting bagi MWO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ghozwul Fikri dalam Konteks Ke-Indonesia-an

  1. Indonesia sebagai negara Konsumen (Standardisasi pada angka dominan, walaupun Indonesia juga memproduksi)
  2. Banyak Launching Merk HP ternama di Indonesia dengan alasan tersebut di atas.
  3. Teori Ekonomi Barat (Kapitalis)
  4. Siapa yang berperan mentransfer ekonomi barat ke Indonesia (mentri perekonomian, Background menteri perekonomian,mentri-mentri titipan dari Barat)
  5. Mengapa Harus Indonesia? (Negara Muslim Terbesar di Dunia)
  6. Angka peringkat Indonesia dalam perekonomian
  7. Dibalik Isu “Global Economy Crisis” (ex : Iran-Indonesia)
  8. Tantangan Bank Syari`ah dan Ekonomi Islam
  9. Strategi Bank Konvensional Menyaingi Bank Syari`ah
  10. Teori Riba (Bunga Bank)
  11. Sosialisasi perdagangan Islam melalui Dinar dan Dirham
  12. Indonesia; Free Marketing Product J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s