JIHAD SANG DEMONSTRAN


Oleh : Abdurrahman Hafid

Jihad dan Demonstrasi”, inilah dua kata yang sering didengar , tapi terkesan anrkis dan seram bagi sebagian orang, bahkan menjadi sebuah cemoohan. Tapi agaknya berbeda bagi kalangan aktivis organisasi masyarakat dan kemahasiswaan, yang dalam tahapan tertentu dapat melakukan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk respon terhadap sesuatu permasalahan.

Lebih dari sekedar definisi, yang akan diangkat adalah sosok dari seorang demonstran yang gigih di tengah terik matahari menyuarakkan suara-suara kebenaran, bahkan tak jarang mendapat serangan dari aparat. Walau begitu, tak dapat mematahkan semangat kegigihan para pejuang masyarakat ini. Bukanlah bom bunuh diri atau tindakan-tindakan yang mengatasnamakan jihad lainnya yang dipilih, tapi suara lantang keenaran dan aspirasi yang menjadi pilihan jihad untuk mereka. Apapun alsannya, mereka pantas mendapatkan pujian dan hadiah serta balasan berupa pahala. Sebatas niat masih berorientasi kepada Allah SWT.

Dalam surat Ash Shaff : 10-11, Allah SWT memberikan kabar gembira kepada siapa saja yang berjihad di jalan Allah dan mengorbankan jiwa serta hartanya, maka balasannya adalah surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn.

Sungguh sebuah pilihan yang tepat, yang dipilih para deminstra kita. Memilih perdagangan da perniagaan yang dapat menghindarkan dirinya dari siksa yang pedih yang telah dijanjikan oleh Allah. Maka ingatlah wahai para tentara Allah! Ketika engkau terjun ke medan dakwah dengan didasari niat yang ikhlas dan semata-mata mengharapkan keridhaan-Nya, beserta itulah tentara Allah yang lainnya akan bergabung bersama dalam jiwa-jiwa engkau. Sayap-sayap malikat akan melindungi dan menjagamu dari serangaan musuh.

Begitu pulalah yang telah terjadi dalam peperangan badar dengan jumlah kaum muslim yang lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan usuh dan akhirnya menang. Begitu pila dengan kemenangan para pejuang kemerdekaan Indonesia, yang hanya dengan bersenjatakan bambu runcing dengan membumihanguskan tentara musuh yang menggunkan persenjataan yang lebih canggih. Hal ini tidak lepas dari turut campur para tentara Allah yang memnuhi ruang jiwa-jiwa mereka dengan semangat ruhiyah.

“Seorang mujahid dan demonstran sejati bukanlah seorang yang berjuang demi kata dan popularitas dalam media, melainkan demi hati dan kalimatulhaq hiyal `ulya”.

Telah diterbitkan di suplement Al-Bayan

LDK Ummul fikroh IAIN SMH Banten pada Edisi I Des 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s